Apakah sarjana teknik sipil hanya bisa mendirikan perusahaan kontraktor saja? Tentu tidak sesempit itu. Dunia teknik sipil menyimpan banyak sekali peluang dan lintasan karier yang tak kalah menantang dan menjanjikan. Meski semuanya sama-sama bergerak dalam ranah kontruksi, namun masing-masing profesi memiliki fokus, tantangan dan tanggung jawab yang berbeda yang menjadi daya tarik tersendiri. Pekerjaan kotruksi tidak melulu berurusan soal baja dan beton namun juga berhubungan dengan kepemimpinan, inovasi, dan kontribusi untuk kehidupan yang lebih baik ke depannya.
Teknik sipil merupakan jurusan yang cukup diminati di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Tidak hanya untuk laki-laki, bahkan banyak perempuan yang memilih jurusan ini daripada teknik lainnya. Karena selain menantang, teknik sipil menawarkan banyak bidang pekerjaan yang bisa menjadi pilihan untuk masa depan. Apa saja? Simak artikel ini sampai tuntas, ya!
Contents
Bidang Pekerjaan Sipil dan Struktur
Tertarik kuliah di teknik sipil? Ternyata ini delapan pilihan pekerjaan teknik sipil dan struktur yang bisa Anda geluti.
Manajer Konstruksi
Jika Anda memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, manajer konstruksi adalah pilihan karir yang tepat. Di posisi ini Anda bisa bekerja sama dengan surveyor dan arsitek agar proses pekerjaan konstruksi bisa berjalan dengan baik. Juga memberi arahan kepada semua pekerja sesuai dengan rencana yang ada.
Tidak hanya memiliki jiwa leadership yang baik. Posisi ini juga mengharuskan Anda untuk memiliki tingkat komunikasi yang baik juga. Karena dengan komunikasi yang baik, Anda bisa memberi pengarahan staf agar bisa saling bersinergi mewujudkan proyek konstruksi berhasil dengan baik.
Geotechnical Engineer
Tidak semua bangunan yang dibangun memberi efek positif pada lingkungannya. Ada yang sebaliknya. Bangunan justru memberi efek negatif pada lingkungan di sekitarnya. Maka dari itu, sebelum melakukan proses konstruksi, membutuhkan keahlian geotechnical engineer untuk memastikan apakah bangunan aman untuk lingkungan atau tidak.
Geotechnical engineer bertugas melakukan analisis untuk memeriksa apakah bangunan yang akan dibangun memberi risiko pada manusia dan lingkungan di sekitarnya atau tidak. Tugas geotechnical engineer mencakup beberapa aktivitas, seperti menyusun laporan dan rekomendasi pembangunan, investigasi situs laporan, dan penelitian daerah.
Water Engineer
Dari namanya saja Anda pasti tahu ruang lingkup pekerjaan seorang water engineer. Iya, benar sekali. Water engineer akan melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan air. Seperti pencegahan banjir, pembuangan limbah air, hingga menyediakan suplai air.
Di sini Anda harus selalu tahu tentang isu terkait pengairan terbaru. Titik banjir paling baru, pola penanganan air, dan lain sebagainya. Di pekerjaan sipil dan struktur ini pula Anda akan berhubungan dengan waduk, saluran irigasi, hingga semua area yang berhubungan dengan ketersediaan air.
Urban Designer
Suka dengan desain-desain bangunan untuk publik? Tidak ada salahnya mengambil profesi sebagai urban designer. Yaitu sebuah profesi yang membuat desain sebuah bangunan open space yang tidak hanya nyaman untuk publik. Tapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Urban designer fokus pada perencanaan ruang publik secara luas (misalnya tata kota), bukan desain bangunan individual seperti arsitek.
Dalam menggeluti profesi ini, Anda akan berhubungan dengan banyak pemangku kepentingan lainnya. Seperti masyarakat sekitar, pengembang, dan arsitek. Anda bisa mengerjakan pekerjaan urban yang berhubungan dengan pedesaan, perkotaan, dan ruang terbuka.
Engineer Lingkungan
Engineer lingkungan bertugas merancang solusi teknik untuk mengurangi dampak lingkungan dari proyek pembangunan serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Atau mencegah alam agar tidak rusak. Meski Anda lulusan teknik sipil, namun saat bekerja Anda akan berhubungan dengan beberapa profesi lainnya. Seperti teknik kimia atau biologi.
Selain itu, engineer lingkungan juga mungkin akan bekerja sama dengan urban desainer. Membuat sebuah bangunan publik yang tidak merusak alam atau bahkan bisa mencegah kerusakan alam. Dengan tatanan yang lebih berestetika.
Struktural Engineer
Jika Anda menyukai matematika dan sains, menjadi struktural engineer adalah pilihan yang paling tepat. Karena profesi ini menggabungkan keterampilan teknik sipil dengan sains dan matematika. Karena selain menyusun struktur bangunan, juga dituntut untuk menyelesaikan berbagai masalah selama proses pembangunan.
Tidak hanya untuk bangunan yang belum jadi saja. Profesi ini juga ada untuk bangunan yang telah jadi. Memastikan bangunan tidak mengalami kerusakan struktural seperti retak, goyah, atau runtuh selama proses pengerjaan dan ketika telah selesai proses pembangunannya.
Surveyor Pengendalian Bangunan
Profesi surveyor pengendalian bangunan mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan teknik sipil. Yaitu seorang yang berprofesi memastikan bahwa proses pembangunan telah mengikuti semua perundang-undangan yang berlaku di bidang konstruksi sipil. Termasuk memastikan penerapan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) bagi seluruh tenaga kerja.
Tidak hanya itu saja. Surveyor pengendalian bangunan juga bertugas mencari solusi jika ada proses pembangunan yang menabrak undang-undang. Diharapkan solusi ini adalah solusi terbaik dari ahlinya agar tidak ada satu pun pihak yang merasa dirugikan.
Konsultan Konstruksi Bangunan
Namanya juga konsultan. Konsultan konstruksi bangunan bertugas mengawasi pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan. Mempertimbangkan dan mengurangi risiko yang ada, serta mengelola biaya pembangunan dengan baik. Diperlukan kreatifitas untuk bisa mewujudkan bangunan seperti yang klien inginkan.
Bagaimana? Banyak, bukan, pilihan pekerjaan di bidang teknik sipil dan struktur? Dari sekian pilihan itu, Anda tertarik yang mana?
