Wood Filler Bahan Finishing Dasar yang Penting

Furniture kayu merupakan perlengkapan yang banyak berguna di masyarakat. Di samping produknya yang bagus, harga dan kualitasnya juga terjamin. Tak heran jika banyak orang yang menggunakannya. Untuk mendapatkan furniture berbahan kayu, produsen harus melakukan beberapa langkah dalam prosesnya. Salah satunya finishing.

Proses finishing kayu akan melibatkan beberapa langkah dan bahan untuk proses ini. Wood filler adalah salah satu bahan dalam proses finishing. Biasanya, pengaplikasian bahan ini adalah pada langkah pertama proses finishing. Dalam artikel ini, akan menjelaskan secara detail pengertian, bahan pembuatan, hingga langkah-langkah dalam pengaplikasian.

Apa itu Wood Filler dalam Dunia Kayu?

Wood filler adalah salah satu bahan dalam proses finishing kayu. Bahan ini berfungsi untuk lapisan dasar, sebelum kayu memulai proses finishing lainnya. Dengan kata lain, bahan ini berperan sebagai permulaan lapisan di antara lapisan lainnya. Kegunaan bahan ini dalam proses ini adalah untuk menutup pori-pori kayu.

Pori-pori kayu yang tertutup akan menghasilkan finishing yang bagus. Tekstur kayu akan lebih halus, close pore, dan juga lebih rata. Dengan demikian, proses pelapisan bahan finishing lain akan mudah dilakukan.

Bahan dasar pelapis finishing ini adalah Nitrocellulose (NC). Beberapa merek dagang bahkan menambahkan bahan lain untuk keunggulan masing-masing produk mereka. Ada beberapa produk yang menawarkan keunggulan dalam waktu untuk mencapai kondisi kering, setelah pengolesan bahan ini.

Fungsi Wood Filler

Sudah disebutkan sebelumnya, bahwa fungsi wood filler ini adalah untuk menutup pori-pori kayu. Sehingga permukaan akan menjadi lebih halus. Fungsi lain dari bahan ini adalah bisa menutupi cacat pada kayu. Misalnya retak, lubang kecil, serta mata kayu. Hal itu bisa diminimalkan dengan memberikan bahan finishing yang satu ini.

Cacat kayu yang terdapat pada permukaan, sebaiknya ditutupi menggunakan bahan pelapis ini. Karena akan berdampak pada tampilan finishing di akhir proses. Pori-pori kayu yang tidak tertutup di tahap awal proses finishing juga akan berdampak pada langkah selanjutnya. Kondisi yang demikian akan menambah sulit pengaplikasian lapisan selanjutnya.

Kriteria Wood Filler yang Bagus

Untuk bisa mencapai keberhasilan tahap awal pada prose finishing, anda harus memilih wood filler yang bagus. Ada beberapa syarat atau kriteria bahan pelapis ini untuk mencapai kualitas bagus.

Menutup Pori-pori dengan Baik

Bahan finishing untuk tahap awal yang baik adalah yang mampu menutup atau mengisi pori-pori kayu. Selain itu, bahan ini juga harus memiliki karakteristik yaitu cepat kering, dapat menyerap warna, hingga mudah untuk dihaluskan atau amplas.

Kriteria di atas harus dipenuhi bahan ini. Anda bisa mencarinya di pasaran, merek mana yang memenuhi kriteria tersebut. Ada tiga jenis yang dapat anda pilih untuk melapisi kayu. Di antaranya adalah bahan yang dapat larut dengan air, bahan dengan kandungan minyak, serta bahan yang mengandung resin sintetis.

Pengaplikasiannya Mudah dengan Alat Tertentu

Pilihlah bahan finishing yang mudah saat proses aplikasi. Mudah dengan menggunakan kuas, kain, maupun alat lain yang biasa menggunakannya. Jika bahan terlanjur kering karena lama tidak mengoleskan ke permukaan, itu merupakan ciri pelapis yang kualitasnya kurang bagus. Pori-pori yang dilapisi bahan dengan karakteristik tersebut, akan lebih susah untuk menghaluskan atau mengampelasnya.

Langkah Mudah Mengaplikasikan Wood Filler

fungsi kegunaan Wood Filler

Sebelum anda mengaplikasikan bahan finishing ini, perlu mempersiapkan alat yang dibutuhkan terlebih dahulu. Alat finishing yang perlu anda siapkan antara lain wood filler, amplas, pisau scrape, wood stain, serta kain bal. Setelah semuanya siap, lakukan langkah demi langkah untuk mengaplikasikan bahan finishing ini.

Pertama

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah mempersiapkan permukaan kayu yang akan melewati proses finishing di tahap pertama. Bersihkan permukaan yang mungkin saja masih terdapat kotoran maupun debu. Amplas permukaan kayu yang masih memiliki tekstur kasar. Selanjutnya, bersihkan debu sisa amplas dengan menggunakan kain bal yang basah.

Kedua

Aplikasikan wood filler dengan menggunakan pisau scrape. Oleskan secara merata ke seluruh permukaan kayu. Sebaiknya, berikan pelapis ini lebih ketika melewati permukaan kayu yang rusak atau cacat. Rapikan lapisan yang tebal dengan pisau hingga permukaan rata secara keseluruhan.

Ketiga

Biarkan permukaan kayu yang telah terlapisi bahan ini agar mengering. Waktu untuk permukaan kayu bisa dalam kondisi kering adalah sekitar 15 menit, bahkan bisa mencapai 8 jam. Jika permukaan sudah kering, amplas kembali untuk mendapatkan permukaan yang lebih halus.

Pengamplasan permukaan untuk yang kedua kalinya perlu melakukannya. Ini sekaligus untuk mengecek apakah masih ada permukaan yang kasar atau tidak. jika masih terdapat permukaan yang kasar, lakukan pengamplasan ulang.

Keempat

Permukaan kayu yang telah kering kemudian cek ulang. Pastikan bagian itu benar-benar mulus seperti permukaan lainnya. Setelah rasanya sudah cukup halus maka waktunya anda mengoleskan wood stain. Lalu apa ya wood stain?

Wood stain adalah salah satu bahan finishing yang bisa memberikan warna pada permukaan kayu. Jika anda menginginkan menambah warna pada kayu anda, maka bisa mengoleskan bahan yang satu ini. Tersedia wood stain yang tidak berwarna (transparan) dan yang berwarna. Jika anda ingin tampilan kayu memiliki warna yang alami, anda bisa menggunakan wood stain transparan.

Itulah penjelasan singkat dan padat terkait woof filler. Dalam dunia permebelan, akan tidak asing dengan bahan ini. Bahkan ada juga yang menjadikannya wajib sebelum melakukan tahap finishing yang lain. Pilihlah bahan finishing ini sesuai dengan kebutuhan kayu yang anda miliki.