Perbedaan Pernis Kayu dan Pelitur, Mirip, namun Tidak Sama 2

Membahas tentang furniture, sebagian besar orang mengetahui istilah-istilah yang berguna dalam dunia pertukangan tersebut. Apalagi jika mereka yang kesehariannya bersinggungan langsung dengan furniture. Baik itu sebagai produsen, distributor, maupun pengecer. Tahukah anda tentang perbedaan pernis kayu dan pelitur? Jika anda memperhatikan, istilah itu sering kali berguna dalam dunia permebelan. Jika belum mengetahuinya, mari simak penjelasan berikut ini untuk menambah pengetahuan anda.

Perbedaan Pernis Kayu Dan Pelitur

Pada pembuatan furniture, terdiri dari beberapa tahap. Di antaranya pemotongan bahan baku, pembuatan kerangka, penyusunan, dan finishing. Kali ini, artikel ini akan membahas tentang proses finishing yang terdiri dari dua tindakan. Berikut ini perbedaan pernis kayu dan pelitur yang merupakan bagian dari finishing.

Bahan Baku yang Berbeda

Meskipun keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu bagian finishing segala bentuk mebel, namun bahan baku yang berguna ternyata berbeda. Pernis kayu sendiri terbuat dari bahan resin, pelarut, serta drying oil. Dalam pembuatan pernis kayu, jenis pelarut yang berkontribusi adalah jenis water based dan solvent based.

Untuk itu, jenis pernis kayu berdasarkan bahan baku terbagi menjadi dua jenis. Jenis water based menggunakan bantuan air sebagai pelarut. Sedangkan jenis solvent based menggunakan kombinasi thinner untuk dapat mengaplikasikannya.

Sementara untuk bahan baku pelitur adalah oker. Sebagian orang menyebut pelitur sebagai cat transparan untuk kayu. Apakah anda tahu oker? Oker adalah sejenis tanah yang lunak dan mengalami proses oksidasi. Yaitu reaksi mengikat oksigen pada suatu senyawa.

Proses oksidasi pada pelitur akan menghasilkan beberapa warna pada senyawa ini. Warna yang muncul adalah kuning muda, cokelat, hingga kuning emas. Perbedaan pernis kayu dengan pelitur pada poin ini adalah bahan baku. Pada pelitur, tidak menggunakan bantuan pelarut dalam pembuatannya.

Pengaplikasian pada Kayu

Perbedaan selanjutnya adalah cara pengaplikasian atau menggunakannya. Meski fungsi keduanya sama, namun cara menggunakan produk ini berbeda satu sama lain. Untuk finishing jenis pernis, penggunaannya cukup dengan langsung mengoleskan pada kayu. Penggunaannya tanpa campuran pelarut lain.

Dengan mengoleskan pernis menggunakan kuas atau alat lainnya, perabotan anda akan terlihat mengkilap. Lalu apakah cara tersebut bisa terpakai pada pelitur? Sebelum menggunakan zat ini, anda harus menambahkan pelarut terlebih dahulu.

Mengapa demikian? Karena sebelumnya, pembuatan pelitur tidak mengikut sertakan pelarut di dalamnya. Campurkan zat itu dengan thinner misalnya. Zat pelapis itu akan berbentuk lebih encer dan lebih mudah menggunakannya.

Hasil Akhir yang Berbeda

Dari bahan pembuatan yang berbeda, cara penggunaan, hingga hasil akhir dari masing-masing zat tersebut tentu berbeda. Meski sama-sama menghasilkan efek mengkilap pada kayu, namun hasil akhir masih tetap terlihat beda. Perbedaan pernis kayu dan pelitur dalam hal hasil adalah warna.

Penggunaan pernis pada perabot kayu anda tidak akan menghasilkan warna pada tahap terakhir, yaitu pengeringan. Bahkan, jika perabot kayu anda memiliki tekstur serat yang terlihat jika terbelah, maka serat-serat tersebut terlihat meskipun sudah menggunakan pernis. Untuk itu, hasil akhir ini akan lebih natural namun tetap memberikan kesan mewah.

Berbeda dengan zat finishing yang satu ini, itu akan memberikan tambahan warna pada permukaan kayu yang menggunakan bahan ini. Zat pelitur akan memberikan warna pada permukaan kayu, sesuai dengan warna oker yang menjadi bahan utama pembuatan zat ini.

Misalkan saja bahan utamanya berwarna kuning keemasan. Maka tentu saja hasil akhirnya, permukaan kayu akan berwarna kuning keemasan. Hal ini tidak menunjukkan sifat alaminya. Sehingga akan kurang cocok bila pemakainya menyukai sifat asli kayu. Selain itu, penggunaan pelitur juga harus mengoleskannya berkali-kali untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Sisi lain dari penggunaan zat finishing ini adalah bisa menutupi kekurangan kayu yang bersifat warna dasar tidak rata. Anda bisa menggunakan zat ini untuk memberikan warna merata pada kayu anda. Namun jika anda menginginkan sifat kayu yang masih terlihat alami, anda bisa menggunakan zat finishing yang pertama.

Perbedaan Fungsi Lainnya

Perbedaan Pernis Kayu dan Pelitur, Mirip, namun Tidak Sama 1

Selain berfungsi sebagai zat finishing permebelan, kedua zat tersebut memiliki fungsi lain. Perbedaan pernis kayu dan pelitur dalam hal fungsi lainnya adalah sebagai pelindung. Jika pernis berguna juga untuk pelindung perabotan permebelan, namun pelitur tidak. Pernis bisa melindungi perabotan sehingga akan lebih awet.

Ini akan memberikan efek tahan lama yang lebih bagus daripada furniture anda berikan pelitur. Mengapa demikian? Serat-serat kayu akan lebih kuat dan tidak mudah lapuk. Ini karena mendapat perlindungan dari zat finishing tersebut.

Namun pelitur, itu hanya akan meratakan warna permukaan kayu yang memiliki warna tidak merata. Anda bisa memilih salah satu dari keduanya. Sesuaikan dengan kebutuhan anda, mana yang lebih tepat. Perhatikan tekstur kayu terlebih dahulu. Apakah kayu anda membutuhkan pernis atau pelitur untuk finishing.

Itulah perbedaan pernis kayu dan pelitur yang perlu anda ketahui sebelum menggunakan salah satunya. Sesuaikan dengan kebutuhan kayu yang anda miliki. Jika rasanya masih perlu bantuan ahlinya, anda bisa mencari dan membawa keluhan.

Satu hal yang perlu anda perhatikan lagi. Bahwa kedua zat finishing tersebut penggunaannya hanya untuk perabotan dalam ruangan. Namun jika anda membutuhkan untuk luar ruangan, anda bisa mencari yang khusus penggunaan outdoor. Untuk itu, telitilah sebelum membeli. Ketika membeli, pastikan kembali bahwa produknya adalah apa yang dibutuhkan adalah untuk kayu milik anda.