
Sistem pengairan efisien sangat penting untuk pekerjaan konstruksi. Tujuannya adalah untuk menghemat penggunaan air selama proses pengerjaan konstruksi. Sebagaimana diketahui, kebutuhan air dalam proyek konstruksi sangat tinggi. Mengingat banyak sekali bagian-bagian konstruksi yang membutuhkan air dalam jumlah yang cukup besar.
Ada beberapa pekerjaan konstruksi yang menggunakan air dengan jumlah yang tidak sedikit. Seperti pengerjaan plesteran, beton, batu bata, pengeboran, pencucian perkakas bangunan, sampai pemadaman debu dan lain sebagainya. Karena kebutuhan air yang sangat besar, diperlukan penerapan sistem pengairan yang efisien untuk menghemat air.
Sistem Pengairan Efisien pada Pekerjaan Konstruksi
Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatur sistem pengairan efisien pada pekerjaan konstruksi bangunan, antara lain:
Memahami Bahwa Penghematan Air adalah Tanggung Jawab Bersama
Satu hal yang harus mendapat perhatian dalam proses pekerjaan konstruksi. Penghematan air adalah kesadaran. Kesadaran semua pekerja konstruksi yang ada di lapangan. Jadi semua bertanggung jawab atas penghematan air agar bisa memanfaatkan air dengan maksimal dalam jumlah yang minimal.
Setiap orang harus berinisiatif bagaimana langkah terbaik untuk menghemat air. Terutama untuk pekerjaan yang bisa mengganti penggunaan air dengan bahan lainnya. Agar pekerjaan konstruksi bisa selesai tanpa harus menggunakan air yang berlebihan.
Menggunakan Substitusi Air
Ada beberapa pekerjaan konstruksi yang membutuhkan air tapi bisa menggantinya dengan bahan atau peralatan tanpa air. Seperti penggunaan udara bertekanan untuk mengusir debu dari lokasi proyek. Atau menggunakan sapu untuk memindahkan debu dari area satu ke area lainnya.
Cara ini memang cukup merepotkan. Tapi tidak ada salahnya mencoba jika sumber daya air kurang mencukupi untuk proyek konstruksi yang sedang berlangsung. Mungkin memang membutuhkan biaya tambahan. Namun, hal tersebut lebih baik daripada terus menggunakan air untuk pekerjaan yang sebenarnya bisa digantikan oleh metode lain.
Manfaatkan Air Hujan
Ada beberapa daerah yang tidak banyak memiliki sumber air bersih. Ini bisa disiasati dengan menampung air hujan di suatu wadah tertentu. Air inilah yang nantinya bisa Anda gunakan untuk proses pekerjaan konstruksi. Sehingga menghemat penggunaan air bersih dari mata air langsung.
Air hujan ini selain bisa memanfaatkannya untuk pekerjaan konstruksi, juga mengurangi risiko banjir. Terutama untuk daerah dengan kondisi yang rawan banjir. Tampung air hujan di wadah yang cukup besar. Lalu gunakan untuk kebutuhan konstruksi di musim kemarau.
Mempertimbangkan Penggunaan Air Alternatif
Ada beberapa sumber air yang kurang bersih tapi masih bisa bermanfaat untuk pengairan konstruksi. Salah satunya adalah air bekas pembuangan kolam renang. Penggunaan air bekas kolam renang harus diperhatikan kandungan kimianya agar tidak merusak bahan bangunan atau mencemari lingkungan. Serta air hasil tampungan pada waduk yang biasa berfungsi untuk pengairan di tanah pertanian.
Air ini tidak digunakan untuk konsumsi maupun kebutuhan mandi, tapi masih bisa berfungsi untuk kebutuhan pekerjaan konstruksi. Ini merupakan sumber air alternatif yang kadang bisa Anda dapatkan dengan gratis. Selain hemat, Anda juga bisa memanfaatkan air yang seharusnya terbuang percuma.
Melakukan Penghematan Air Semaksimal Mungkin
Sebanyak apapun kebutuhan air, sebaiknya lakukan penghematan dengan maksimal. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan air di dalam ember untuk mencuci perlengkapan konstruksi. Ini akan jauh lebih menghemat daripada mencuci perlengkapan dengan menggunakan air yang mengalir.
Jangan lupa rajin untuk mengecek pipa suplai air. Pastikan jangan sampai ada kebocoran agar air tidak terbuang dengan percuma. Jika terlihat ada pipa yang bocor sekecil apapun, segera lakukan perbaikan. Pastikan air hanya mengalir saat diperlukan. Bukan mengalir terus-terusan.
Menggunakan Air Daur Ulang
Sistem pengairan efektif yang bisa Anda pilih selanjutnya adalah mempertimbangkan menggunakan air daur ulang. Misalkan menggunakan air daur ulang dari wastafel. Air dari wastafel ini disaring untuk memisahkan kotoran dengan air murni. Proses ini umumnya memerlukan sistem filtrasi lanjutan dan pengawasan teknis agar hasil akhir air tetap aman digunakan. Lalu menghasilkan air bersih yang bisa bermanfaat untuk banyak hal. Salah satunya adalah untuk proses konstruksi bangunan.
Di beberapa kota besar hal ini sudah sering ada. Tujuannya adalah menghemat penggunaan air karena sumber mata air bersih yang semakin berkurang. Dan Anda bisa memanfaatkan ini sebagai salah satu cara penghematan air untuk proyek konstruksi di tengah perkotaan.
Manajemen Penggunaan dan Pembuangan Air yang Baik
Jika memungkinkan, Anda bisa mempekerjakan beberapa karyawan yang tugasnya melakukan manajemen penggunaan dan pembuangan air. Mereka lah yang akan berpikir dan mengawasi semua pengguna dan pembuangan air. Mana yang harus menggunakan air dan pekerjaan mana yang bisa menggantikan penggunaan air dengan metode alternatif.
Lalu melakukan pencatatan berapa air yang masuk, berapa yang digunakan dan berapa sisanya. Semakin banyak melakukan penghematan, semakin baik kinerja yang dia lakukan.
Nah, itulah beberapa sistem pengairan efisien pada pekerjaan proyek konstruksi. Pastikan Anda melakukan poin-poin di atas untuk memastikan penggunaan air dengan tepat dan hemat.